KAPUAS HULU - Kehangatan hubungan kekeluargaan yang dibangun oleh personel Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah perbatasan Nanga Badau, Kapuas Hulu, kembali menuai hasil positif yang menyentuh hati. Kali ini, buah dari pendekatan komunikasi sosial (Komsos) yang humanis dan penuh empati terlihat nyata dengan diserahkannya satu pucuk senjata api rakitan beserta sisik trenggiling oleh masyarakat perbatasan secara sukarela.
Keberhasilan ini merupakan cerminan eratnya jalinan kepercayaan dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan wilayah yang mereka tinggali, sekaligus kepedulian terhadap kelestarian satwa yang dilindungi negara. Semua ini tak lepas dari upaya berkelanjutan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC yang terus aktif merangkul warga dengan cara yang persuasif dan menyentuh sanubari.
Sertu Ponijan, Danpos Kantuk Asam Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 3/AC, mengungkapkan bahwa kunci utama terjalinnya hubungan harmonis antara personel Satgas dan masyarakat perbatasan adalah dengan mengedepankan hubungan layaknya keluarga sendiri serta menunjukkan kepedulian yang tulus kepada setiap warga.
“Kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan warga, serta membangun komunikasi yang baik sehingga tercipta rasa aman dan saling percaya, ” ujar Sertu Ponijan.
Kesadaran warga pun muncul, memahami bahwa kepemilikan senjata api rakitan tanpa izin maupun penyimpanan bagian dari satwa dilindungi merupakan tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum. Dengan penuh kesadaran diri, mereka memutuskan untuk menyerahkan barang-barang tersebut kepada personel Pos Kantuk Asam untuk diamankan demi kebaikan bersama.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa pendekatan humanis melalui kegiatan Komsos mampu memperkuat sinergi antara Satgas Pamtas dan masyarakat. Sinergi ini tidak hanya krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan dan satwa liar yang semakin terancam.

andhaka